Sabtu, 16 Januari 2010

Membuat Janji Bertemu | Making Appointment

Tujuan membuat janji bertemu adalah:

• Mendapatkan janji bertemu supaya Anda bisa menjelaskan bisnis ini secara menyeluruh, tidak sepotong-sepotong.
• Membangun jaringan dengan pendekatan yang profesional, efektif, dan efisien.

Keuntungan Membuat Janji :
• Menghemat waktu Anda
• Mengetahui apakah prospek Anda dalam kondisi siap menerima Anda atau tidak.

Berikut ini adalah teknis bagaimana membuat janji untuk acara Home Meeting, yaitu dengan cara mengundang prospek Anda ke rumah Anda, Terutama bagi Anda yang baru memulai usaha ini, kami sangat menganjurkan Anda untuk mengadakan presentasi di rumah Anda yang dibantu oleh sponsor atau upline Anda yang lebih mengerti dan berpengalaman dalam melakukan presentasi.

Persiapan Membuat Janji

Beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum membuat janji:

• Mintalah 2 waktu kepada sponsor atau upline Anda untuk membantu Anda melakukan presentasi di rumah Anda.

• Siapkan daftar nama yang panjang, konsultasikan kepada sponsor atau upline Anda siapa saja dalam daftar nama Anda tersebut yang menjadi prioritas utama untuk diundang.

• Miliki SIKAP yang benar dalam membuat janji bertemu atau rnengundang prospek Anda. Anda adalah “pemberi peluang”, jadi jangan mengemis kepada prospek Anda. Anda perlu sadar bahwa jika mereka mengambil kesempatan tersebut dan sukses, merekalah yang akan berterima kasih kepada Anda.

• Jangan menyebut “DUTA NETWORK”, “MLM”, atau “Network Marketing”. Hindari bercerita mengenai produk pada saat Anda membuat janji. Ingat, usaha ini tidak bisa dijelaskan secara sepotong-sepotong. Jika mereka memiliki informasi yang salah mengenai bisnis DUTA NETWORK dari orang yang gagal, maka mungkin Anda akan kehilangan kesempatan untuk menjelaskan fakta-fakta bisnis ini secara obyektif.

• Gunakan telepon saat membuat janji. Selain menghemat waktu Anda, Anda juga bisa mempersiapkan terlebih dahulu kata-kata apa yang akan Anda ucapkan pada prospek Anda. Bahkan Anda bisa menyontek dari contoh-contoh cara membuat janji yang ada di buku ini.

Langkah-langkah Membuat Janji

1. ICE BREAKING/PEMBUKAAN PEMBICARAAN

Pada saat Anda membuat janji dengan prospek Anda, biasanya kita mengawali pembicaraan adalah basa-basi. Lakukan pembukaan tersebut dengan singkat, jangan berkepanjangan.

2. ALASAN BICARA SINGKAT

Ciptakan keterbatasan waktu pada saat Anda membuat janji. Berikan kesan bahwa Anda tidak bisa berlama-lama menelpon. Alasan bicara singkat ini untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang memaksa Anda mcnjelaskan usaha ini lewat telepon.

3. DAPATKAN/COCOKKAN WAKTU DENGAN PROSPEK

Sebelurn mengundang prospek Anda, pastikan prospek Anda tidak memiliki acara pada hari yang telah Anda tetapkan sebelumnya. Tanyakan apakah prospek Anda sibuk di waktu pertama. Jika sibuk, baru tawarkan waktu kedua. Jika masih tidak bisa, akhiri pembicaraan dan jangan tawarkan waktu yang lain karena akan menimbulkan kesan Anda terlalu membutuhkan dia.

4. UNDANG PROSPEK ANDA

Jika mereka telah menyatakan tidak ada acara, undang prospek Anda dengan tidak menyebutkan nama DUTA NETWORK. Akan lebih baik jika Anda menggunakan istilah “proyek” atau “kerjasarna”. (Lihat contoh)

5. JAWAB PERTANYAAN DENGAN DIAKHIRI PERTANYAAN

Jika ada pertanyaan atau perrnintaan untuk menjelaskan usaha ini, jangan terpancing untuk menjelaskan. Ingat, usaha ini tidak dapat dijelaskan hanya sebagian, apalagi melalui telepon. Informasi yang tidak lengkap hanya membuat prospek Anda salah menilai usaha ini. Jawab pertanyaan dengan singkat dan akhiri dengan pertanyaan.

6. KONFIRMASI

Jika prospek Anda telah mengatakan bersedia untuk hadir, ingatlah untuk melakukan konfirmasi. Konfirmasi ini penting dilakukan untuk memberi penekanan kepada prospek Anda bahwa acara tersebut sangat penting, sehingga jika prospek Anda ingin membatalkan, dia harus menghubungi Anda.

Contoh konfirmasi:

“Pak Budi, karena pentingnya acara tersebut, jika sampai ada hal-hal yang membuat Bapak tidak bisa hadir, tolong telepon saya 1 atau 2 hari sebelumnya sehingga saya bisa mencari pengganti Pak Budi. Sampai ketemu hari jumat malam.”

Anda juga perlu melakukan konfirmasi dalam 12 jam sebelum waktu presentasi yang telah Anda tetapkan. Hal ini penting sekali karena kebanyakan orang tidak memiliki agenda kerja, sehingga seringkah orang melupakan janji yang telah dibuat.

Contoh konfirmasi menjelang hari presentasi:

Anda : “Halo Pak Budi, janjian kita waktu itu jam 17 atau jam 19 ya?”
Pak Budi : “Jam l9, khan?
Anda : “OK, Pak Budi sampai ketemu besok jam 19.00”

7. ROLE PLAY/LATIHAN BERULANG-ULANG

Jika Anda masih baru memulai usaha ini, awalnya mungkin Anda akan melakukan banyak kesalahan dalam membuat janji. Latihan dengan sponsor dan upline Anda dalam sebuah simulasi sangat dianjurkan. Kami yakin, setelah Anda melakukan beberapa kali, Anda akan terbiasa dan akan sernakin terlatih dalam membuat janji.

Beberapa Catatan Penting Dalam Membuat Janji Bertemu

• Undang pasangan mereka bila mereka sudah memiliki pasangan (istri, suami, atau pacar). Tujuannya agar mereka memiliki informasi yang benar dari sumber yang tepat, yaitu Anda.

• Undang 2 kali lebih banyak dari jumlah yang Anda harapkan akan hadir. Contoh, jika Anda mengharapkan presentasi Home Meeting Anda dihadiri kira-kira 10 orang, undang 20 orang yang mengatakan bersedia unruk hadir.

• Konfirmasi untuk datang tepat waktu: “Pak, jika pukul 19.15 Bapak belum sampai, tolong telepon saya dulu.” Jangan sampai prospek Anda datang hanya melihat sebagian presentasi.

• Gunakan bahasa sehari-hari yang biasa Anda gunakan jika membuat janji dengan teman-teman Anda. jangan terlalu kaku sehingga membuat prospek Anda curiga.

• Cara-cara di atas adalah panduan baku cara mcmbuat janji. Anda bisa mengembangkan cara membuat janji dengan krcatifitas Anda, namun kami sarankan untuk selalu berkonsultasi dengan sponsor atau upline Anda, hanya untuk memastikan apakah cara Anda bisa diduplikasi atau tidak.

• Walaupun Anda memiliki kekuatan untuk membuat orang lain datang dengan mengatakan DUTA NETWORK karena mungkin jabatan Anda, jangan lakukan itu karena tidak bisa diduplikasi. Mereka mungkin akan bergabung dengan Anda, namun mereka tidak bisa berkembang karena tidak memiliki wibawa pengaruh seperti Anda.



Contoh 1 - Standar membuat janji
Misalnya nama prospek Anda adalah Budi dan nama Anda adalah Adi.
Anda : Halo, Pak Budi. Apa kabar? Ini dari Adi.
Budi : Oh, halo Pak Adi. Kabar baik ....
Anda : Wah, udah lama kita tidak ketemu ya Pak Budi. Bagaimana dengan keluarga? Sehat-sehat khan?
Budi : Baik-baik.. Sehat-sehat.. Ada apa nih, Pak Adi, tumben menelpon?
Anda : lya ni Pak Budi. Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada Pak Budi. Tapi sayangnya saat ini saya sedang akan meeting jadi tidak bisa lewat telepon. Pak Budi hari Jumat malam sibuk nggak? Jam-jam 7 malam, gitu?
Budi : Jumat malam, ya... Sebentar.... Wah, sayang Pak Adi, saya ada acara pernikahan saudara.
Anda : Oh begitu ya. Bagaimana kalo Minggu malam?
Budi : Boleh, minggu malam saya tidak ada acara. Ada apa nih?
Anda : Begini, Pak Budi, saya dan beberapa rekan sedang merintis sebuah usaha dan kebetulan kami perlu rekanan usaha dengan latar belakang bankir seperti Pak Budi. Saya sudah ceritakan sedikit mengenai Pak Budi dan rekan saya tertarik untuk bertemu dengan Pak Budi. Saya belum bisa menjanjikan apa-apa, Pak Budi, tapi bisa nggak Bapak datang ke rumah saya hari Minggu jam 7 malam untuk saya temukan pada rekan saya?
Budi : Usahanya dibidang apa ya?
Anda : Justru itu yang ingin kita bicarakan di hari Minggu nanti Pak Budi, karena tidak mungkin membicarakan usaha melalui telepon. Pak Budi bisa datang ke rumah saya?
Budi : Bisa sih bisa. Tapi tolong jelasin sedikit mengenai usahanya dong...
Anda : Pak Budi, ingin sekali saya menjelaskan usaha ini sekarang, Pak. Tapi ini meeting udah akan dimulai, lagipula ada beberapa diagram yang ingin kami tunjukkan kepada Pak Budi, dan beberapa angka mengenai profit sharing-nya. Oya, Pak Budi, akan lebih baik jika Pak Budi bisa ajak istri Bapak. Istri Bapak tidak ada acara khan hari Minggu malam?
Budi : Kayaknya sih dia tidak ada acara. Baik, nanti coba saya bicara dengan dia.
Anda : OK, Pak Budi, nanti kita ketemu hari Minggu jam 7 malam di rumah saya. O ya, Pak Budi, jika ternyata nanti tiba-tiba Pak Budi ada acara lain yang sangat penting sehingga Bapak tidak bisa hadir, tolong telepon saya ya Pak. Sehingga saya bisa beritahu rekan usaha saya dan mereka masih sempat mencari partner yang lain.
Budi : OK
Anda : Baik, Pak Budi, sampai jumpa hari Minggu

Contoh 2 - Kreasi /Varian membuat janji

Misalnya nama prospek Anda adalah Bttdi dan nama Anda adalah Adi.
Anda : Hai, Budi Ini dengan Adi. Saya lagi buru-buru mau menjemput anak saya, jadi saya nggak bisa lama-lama. Begini Bud, istri saya sedang mencari-cari mitra untuk bisnisnya. Dari kriteria yang dia cari, sepertinya istri Anda, Janet, cocok sebagai mitra bisnisnya. Hasil yang bisa diperoleh cukup menarik. Tapi kami belum bisa menjanjikan sesuatu, bisakah Anda berdua datang ke rumah kami hari Kamis malam untuk membahas usaha itu?
Budi : Kedengarannya menarik sekali, tapi bisakah Anda jelaskan lebih lanjut?
Anda : Tentu saja. Tapi sayangnya waktu untuk memungkinkan saya untuk menjelaskan saat ini. Nanti hari Kamis malam kami akan jelaskan sekalian sama diagram dan angka-angkanya. Bisakah Anda hadir pukul 19.30?
Budi : Baik. Akan saya usahakan datang.
Jangan pernah puas dengan jawaban “saya usahakan”
Anda : Bud, bisakah Anda memastikan hadir? Karena istri saya ingin segera mendapatkan mitta yang cocok. Istri Anda juga bisa khan?
Budi : OK. Kami akan hadir.
Anda : Baiklah, jika ada hal penting sekali yang dapat membatalkan kedatangan Anda, tolong telepon saya segera supaya istri saya bisa mencari solusinya. Sampai Jumpa Kamis malam.

Contoh 3 - Membuat janji yang disesuaikan dengan kebutuhan prospek, bahasa sehari-hari

Misalnya nama prospek Anda adalah Budi dan nama Anda adalah Adi.
Anda : Bud, ini gue, Adi. Lu masih serius ingin ganti mobil? Udah dapet belum mobilnya?
Budi : Serius dong! Emang lu sekarang jualan mobil?
Anda : Kagak. Gini, Bud, gue kemarin ketemu beberapa temen lama gue. Mereka lagi ekspansi bisnisnya di sini, lalu ngajakin gue kerjasama. Gue sih udah OK, karena istri gue mau bantuin juga. Nah, cuma masalahnye, mereka masih butuh beberapa orang lagi, salah satunye yang punya background kontraktor seperti lu. Makanye gue inget lu. Mau nggak lu gue kenalin ke temen-temen gue? Siapa tau, ini jalan lu buat ganti mobil...
Budi : Iye, OK aja. Kapan?
Anda : Gue kebetulan janji ketemu ama temen gue hari Kamis malam jam 7. Lu bisa dateng ama istri lu?
Budi : Bisnisnya apaan sih?
Anda : Bud, nanti hari Kamis lu denger langsung deh dari temen gue supaya kagak salah tangkap. Lu bisa datang kan Kamis malam?
Budi : Soalnya gini, Di, gue kagak yakin apa gue bisa tangani itu. Lu tahu sendiri gue repot banget ngurus proyek-proyek gue.
Anda : Bud. gue tahu lu sibuk, makanye gue undang istri lu juga, siapa tahu bisa ditangani bareng kaya gue. Istri lu bisa datang juga khan?
Budi : OK. Nanti gue usahain datang.
Anda : Bud, lu bisa pastiin nggak? Soalnye gue mesti kasih konfirmasi juga ke temen gue soal lu.
Budi : OK deh. Gue pasti datang.
Anda : OK Bud, Jangan lupa ajak istri lu, Sampai ketemu Kamis malam. Oya, kalo sampe lu kagak bisa datang, lu telepon gue sebelumnya ya?
Budi : Beres!
Anda : OK, see you, bye!


Contoh 4 - Membuat janji dengan nama hasil referensi

Misalnya nama prospek Anda adalah Budi, nama Anda adalah Adi dan nama pemberi referensi adalah Rudy.
Anda : Selamat siang, Pak Budi, ini Adi. Saya tahu nama Bapak dari Pak Rudy.
Budi : Oya? Ada apa ya?
Anda : Begini, Pak Budi, kemarin saya berbicara dengan pak Rudy mengenai bisnis saya yang sedang berkembang. Pak Rudy bilang, Bapak orang yang cocok seperti yang sedang saya cari sebagai partner bisnis saya. Namun tentunya saya tidak tahu sebelum saya bertemu langsung dengan Bapak. Apakah Bapak memiliki waktu kira-kira setengah jam untuk bertemu?
Budi : Bisnis apa ya? Bisa dijelaskan sedikit?
Anda : Sulit menjelaskan usaha ini rnelalui telepon, Pak Budi. Tapi intinya kita akan memegang beberapa jalur distribusi sebuah perusahaan nasional. Ada beberapa diagram dan angka-angka profit sharing yang ingin saya tunjukkan ke Pak Budi. Bagaimana kalau hari Kamis malam, Pak?

Contoh 5 - Membuat janji dengan bantuan pihak ke-3 (upline Anda)

Misalnya nama prospek Anda adalab Budi, nama Anda adalah Adi dan nama upline Anda adalah Anton, Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat janji dengan prospek yang memiliki SP tinggi (sponsoring up): seperti membuat janji kepada atasan Anda, atau orang yang berpengarub didaerah Anda.
Anda : Halo, Pak Budi, ini Adi. Apa kabar?
Budi : Baik, Adi. Tumben telepon, ada apa nih?
Anda : Begini, Pak Budi, saya tidak akan berlama-lama karena kuatir mengganggu waktu Bapak. Pak Budi hari Kamis malam jam 7 sibuk nggak?
Budi : Kamis malam saya belum ada acara. Ada apa ya?

Anda : Begini, Pak Budi, saya baru saja ketemu teman lama saya yang kini sudah jadi pengusaha sukses. Nah, beliau datang ke sini untuk ekspansi usahanya dan butuh partner bisnis untuk ekspansinya Itu. Dari kriteria yang disampaikan beliau, saya jadi inget sama Pak Budi. Kayaknya pak Budi bisa bekerja sama dengan beliau. bagaimana jika Pak Budi saya perkenalkan kepada beliau hari Kamis malam?
Budi : Usahanya apa dulu? Saya ingin tahu dulu...
Anda : Baik, Pak. Kebetulan teman saya ada bersama saya, ini telepon saya berikan pada dia supaya bisa berkenalan dulu melalui telepon. Beliau namanya Pak Rudy. Ini Pak Rudy.
Berikan telepon kepada upline Anda
Rudy : Halo Pak Budi, apa kabar? Ini Rudy, salam kenal.
Budi : Ya, halo Pak Rudy, salam kenal juga. Apa nih yang bisa saya bantu...
Rudy : Ya, begini, Pak Budi. Tadi saya bicara kepada Adi ingin mengembangkan usaha saya di sini. Dan kebetulan Adi tadi mcnceritakan tentang Bapak. Saya tidak bisa janjikan apapun, Pak Budi, tapi bagaimana kalo kita bisa bertemu langsung untuk membicarakannya Kamis nanti?
Budi : Usahanya dibidang apa sih Pak?
Rudy : Begini, Pak Budi, usahanya sederhana, nanti kita akan pegang beberapa jalur distribusi sebuah perusahaan nasional. Sistemnya sudah tersedia, kita tinggal menjalankan saja. Tapi tentunya saya tidak mungkin bisa jelaskan lengkap karena ada proposal yang memuat diagram dan perhitungan profit sharing-nya. Bisa kita ketemu dulu, Pak Budi?
Budi : Bisa, Pak. Tapi produknya apaya?
Rudy : Ada bermacam-rnacam varian, pak. Tapi kebanyakan “consumer goods”. Nanti akan tercantum lengkap dalam proposal bisnisnya. Bagaimana, Pak Budi, kita bertemu Kamis nanti?
Budi : OK. Dimana kita bertemu?
Budi : Nah, ini telepon saya kembalikan ke Adi, pak. Biar dia yang mengatur pertemuan kita.
Sponsor atau upline Anda memberikan kembali tekpon Anda,
Anda tinggal mengatur tempat pertemuan
Anda : Pak Budi, bagaimana kalau Kamis nanti bertemu di rumah saya. Mungkin ada beberapa rekan saya yang juga ingin saya kenalkan ke Pak Rudy dan Pak Budi. Bapak sudah tahu rumah saya khan?
Budi : Ya. Saya akan ke sana.
Anda : Baik Pak Budi. Dan jika nanti tiba-tiba Pak Budi punya acara mendadak sehingga tidak bisa hadir, tolong kabari saya ya Pak, supaya saya bisa memberitahukan ke Pak Rudy. Sampai jumpa hari Kamis jam 7 malam.

Contoh 6 - Membuat janji dengan contact material (contacttape)

Misalnya nama prospek Anda adalah Rudi, nama Anda adalab Adi.
Anda : Halo Pak Budi, apa kabar? Ini dengan Adi
Budi : Oh ya Adi, kabar baik. Ada apa nih?
Anda : Pak Budi, saya tidak bisa terlalu lama karcna harus mengantar istri ke dokter. Pak Budi hari Selasa malam jam 7 sibuk nggak?
Budi : Selasa malam tidak ada acara. Ada apa ya?
Anda : Begini, Pak Budi, saya dan beberapa teman akan mengembangkan proyek franchising. Kami kebetulan masih rnemerlukan beberapa rekan usaha dan kami melihat Pak Budi adalah orang yang cocok untuk itu. Tapi tentunya kami tidak bisa menjanjikan apa-apa dulu. Bisakah Pak Budi datang Selasa malam untuk membicarakannya dengan beberapa teman saya?
Budi : Usahanya seperti apa sih?
Anda : Pak Budi, saya tidak bisa jelaskan lewat telepon, saya akan kirimkan proposal bisnisnya dalam bentuk audio ke Pak Budi supaya Pak Budi bisa mendapatkan gambaran awal sebelum bertemu dengan teman-teman saya Selasa nanti. Lebih baik saya kirim ke rumah atau ke kantor, Pak Budi?
Budi : Ke kantor rasanya lebih baik.
Anda : Baik, Pak. Hari ini saya kirimkan, kemungkinan besok pagi sampai, sore saya akan telepon Pak Budi di rumah untuk konfirmasi mengenai pertemuan hari Selasa nanti. OK, sampai besok, Pak Budi. Selamat siang.

Contoh-contoh menjawab pertanyaan saat membuat janji

Beberapa prospek akan memaksa Anda untuk menjelaskan bisnis ini. Jangan terpancing untuk menjelaskan bisnis ini saat Anda membuat janji. Jawab pertanyaan dengan singkat dan diakhiri dengan pertanyaan supaya Anda tetap mengontrol pembicaraan. Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dan cara menjawabnya:
Tanya : Tolong beri gambaran sedikit saja mengenai bisnis ini...

Jawab : Baiklah, tapi saya tidak bisa menjelaskan secara detil. Intinya kita akan memegang beberapa jalur distribusi. Ada hal-hal yang perlu saya jelaskan berupa diagram dan angka. Bisakah Anda hadir untuk mendiskusikan lebih lanjut?
Atau
Saya tidak mungkin menjelaskan proyek 300 juta melalui telepon. Bisakah Anda hadir tepat waktu agar kita bisa membahas proyek ini secara lebih rinci?
Tanya : Apakah perlu modal besar untuk bisnis itu?
Jawab : Pak, tujuannya khan kita mencari uang, bukan menghamburkan uang. Tidak perlu kuatir karena modal di bisnis ini sangat kecil, apalagi jika dibandingkan dengan hasil yang dapat dicapai. Apakah Bapak bisa hadir 10 menit lebih awal?
Tanya : Apakah ini bisnis jualan?
Jawab : Omong-omong Bapak suka jualan atau tidak?
Apapun jawabannya (baik suka jualan atau
tidak suka jualan) Anda katakan:
Jawab : Kalau begitu bisnis ini cocok untuk Pak Budi. Bagaimana kaku kita bertemu han Senin jarn 7 malam?
Prospek : Apakah ini MLM?
Anda : Yang Bapak maksud MLM itu yang seperti apa, Pak?
Prospek : Ya, yang seperti perusahaan X itu, atau perusahaan Y,....
Anda : Saya tidak tahu mengenai perusahaan X atau Y itu, Pak. Konsep yang ditawarkan usaha ini seperti bisnis franchising. Bapak tahu kan bisnis franchise atau waralaba? Tapi mengenai detilnya, kami sudah siapkan proposal usahanya yang lengkap informasinya. Bagaimana jika Bapak hadir Senin malam?
Prospek : Apakah ini bisnis DUTA NETWORK?
Anda : (Tetap percaya diri, Jangan panik, jawab dengan tegas dan antusias) Apa yang Bapak ketahui mengenai DUTA NETWORK?
Prospek : Ya, saya sudah denger DUTA NETWORK lama sekali.... Bla..bla..bla....
(Dengarkan saja, jangan aidebaf)
Anda : Ya saya mengerti, Pak. Apa lagi yang Bapak tahu?
Prospek : Bla...bla...bla...
Anda : Ya, Pak. Apa lagi, Pak?
Prospek : Yah, itu semua yang saya tahu...
Anda : (Jika tanggapan prospek Anda negatif, Anda tidak perlu menjawab, cukup katakan seperti ini) Pak, jika DUTA NETWORK seperti yang Bapak katakan, jangankan Bapak, saya pun tidak mau menjalankannya. Apakah Bapak pernah dengar tentang FUSION?
Prospek : Belum, apa itu?
Anda : Nah, justru itu Pak yang sebenarnya akan kita bicarakan. Bapak bisa lihat dulu fakta-faktanya tanpa komitmen apapun. Bisakah Bapak bersama istri Bapak?


Catatan penting saat menjawab pertanyaan
• Jangan pernah tcrpancing untuk berdebat terhadap keluhan-keluhan prospek Anda. Berdebat tidak ada manfaatnya. Berlatihlah untuk mau mendengarkan dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Ingat, mereka hanya belum mengerti mengenai bisnis ini.
• Jangan berbohong kepada prospek. Jangan membuat janji dengan alasan makan-makan, reuni, dll. Jika mereka rnerasa dibohongi, mereka tidak akan senang dengan Anda dan akan bergabung dengan orang lain jika mereka tertarik sekalipun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar